IHSG Menguat 0,95% ke 5.439, Investor Tetap Perlu Selektif di Tengah Volatilitas
IHSG ditutup naik 0,95% pada 23 Oktober 2026, tetapi volatilitas global dan sorotan tata kelola pasar membuat investor perlu menilai risiko, valuasi, dan fundamental.
IHSG ditutup naik 0,95% pada 23 Oktober 2026, tetapi volatilitas global dan sorotan tata kelola pasar membuat investor perlu menilai risiko, valuasi, dan fundamental.
Pembayaran digital memudahkan aktivitas sehari-hari, tetapi tautan palsu, penyalahgunaan QRIS, dan rekayasa sosial tetap berisiko. Kenali langkah pencegahannya.
Pelemahan rupiah meningkatkan biaya impor dan bisa memengaruhi harga barang. Ini langkah praktis untuk rumah tangga dan bisnis menghadapi perubahan kurs.
Survei Bank Indonesia menunjukkan penyaluran kredit baru pada kuartal IV 2026 diprakirakan meningkat. Simak peluang, risiko, dan langkah yang perlu disiapkan pelaku usaha.
BI mempertahankan BI-Rate 5,75% dan menaikkan Deposit Facility menjadi 5,00%. Pahami arti koridor suku bunga bagi likuiditas bank, tabungan, dan kredit.
Keputusan BI mempertahankan BI-Rate di 5,75% perlu dibaca bersama penyesuaian suku bunga fasilitas, kebijakan likuiditas, dan kondisi nilai tukar.
Memilih produk keuangan syariah perlu mempertimbangkan akad, biaya, risiko, pengawasan, dan kesesuaian produk dengan tujuan keuangan pribadi.
Saat harga kebutuhan bergerak, rumah tangga dapat menjaga daya beli dengan membandingkan biaya, merencanakan menu, dan meninjau kebiasaan belanja secara berkala.
Dialog antara regulator, bursa, dan pelaku pasar membantu membahas likuiditas, transparansi, serta kepercayaan investor ketika pasar menghadapi tekanan.
Volatilitas pasar bukan selalu alasan untuk menjual. Gunakan tujuan, horizon, kebutuhan kas, dan perubahan fundamental untuk menilai apakah portofolio perlu disesuaikan.